DATAstudi Information

Home » Administrasi » Terkait Pengguguran Honorer K1, Pemerintah Tak Berniat Mendzolimi Honorer.

Terkait Pengguguran Honorer K1, Pemerintah Tak Berniat Mendzolimi Honorer.

BKN Gugurkan Seluruh Honorer KI Kemenag

bknJAKARTA– Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengugurkan seluruh tenaga honorer Kategori Satu (K1) dilingkungan Kementerian Agama (Kemenag). Termasuk honorer K1 yang ada di tingkat wilayah, baik provinsi maupun kabupaten/kota se-Indonesia.Penguguran seluruh tenaga honorer Kemenag yang rencananya akan diangkat langsung menjadi CPNS tanpa tes, setelah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengaudit laporan dugaan penyimpangan proses penentuan tenaga honorer K1 hasil audit tujuan tertentu.

Dari audit tersebut, Kemenag yang memiliki sebanyak 9477 honorer KI, tak ada satupun honorernya yang mememuhi kriteria, sehingga BKN tidak memproses pengangkatan mereka menjadi CPNS tahun 2013.”Ini hasil audit tertentu dari BPKP, dimana dari seluruh honorer tidak ditemukan dokumen bahwa mereka memenuhi syarat sebagai K1,” ujar Kepala Bagian Humas BKN, Tumpak Hutabarat di Jakarta, Kamis (3/9).

Namun lanjut dia, berdasarkan hasil audit tujuan tertentu itu sebanyak 2817 tenaga honorer K1 Kemenag yang tidak bisa diangkat menjadi CPNS berdasarkan audit namun mereka diberikan kesempatan untuk bisa diangkat menjadi CPNS yang disebut memenuhi kriteria otorirasi. Artinya katanya, sepanjang yang bersangkutan (honorer K1) bisa menunjukkan dokumen yang disyaratkan, maka berkas yang bersangkutan bisa dianggap memenuhi kriteria dan dapat diangkat menjadi CPNS.” Yang masuk otorisasi itu, harus mempu menunjukan bukti bahwa mereka memenuhi kriteria, sepanjang mereka tak mampu menunjukannya, kita tidak kan mengangkatnya menjadi CPNS,” terang Tumpak yang juga menyebutkan, sebanyak 6.428 honorer K1 lainnya yang tidak dapat diangkat menjadi CPNS karena tidak memenuhi kriteria, maka diusulkan masuk ke K2.

Selain Instansi Kemeng, hal yang sama juga terjadi di sejumlah intansi yang telah diaudit tujuan tertentu oleh BPKP atas laporan dugaan penyimpangan proses penentuan tenaga honorer K1, diantaranya Kementerian PU dengan jumlah honorer K1 sebanyak 3.132, Keminfo (705), Kemendikbud (2291), Provinsi Jawa Barat (552), Banten (785), Sulteng (738) dan Kabupaten Bangkalan (1.337) serta Kab. Musi Banyu Asin (549).”Seluruh intansi ini, honorer K1-nya berdasarkan audit tujuan tertentu dari BPKP, juga tidak dapat diangkat menjadi CPNS, dengan alasan yang sama,” jelas Tumpak.

Sementara untuk instansi Lebak dengan jumlah honorer K1 sebanyak 636, setelah diaudit dengan tujuan tertentu hanya 121 yang memenuhi kriteria dan dapat diangkat menjadi CPNS 2013 ini. Begitu pula pemerintah Kabupaten Ogan Komerin Ulu Timur dari total 615 K1-nya, hanya 42 yang diangap memenuhi syarat, serta Kabupaten Serang dari 658 K1-nya  hanya tujuh yang memenuhi  kriteria untuk diangkat menjadi CPNS.“Jadi total yang honorer K1 yang diaudit dengan tujuan tertentu dari 12 instansi pusat dan daerah sebanyak 21,475 orang, yang dinyatakan memenuhi kriteria sebanyak hanya 170 saja, sisanya tidak memenuhi kriteria sehingga tidak dapat diangkat menjadi CPNS,” tegasnya. (yud)

Sumber: http://www.menpan.go.id/liputan-media/86-bidang-pan/1885-bkn-gugurkan-seluruh-honorer-ki-kemenag (diakses: 09/10-2013)
Pemerintah Tak Berniat Mendzolimi Honorer
20131007_menteri_honorer_Prov_bantenJAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Azwar Abubakar menegaskan, tidak ada niat sedikit pun untuk mendzolimi dan menghalangi niat tenaga honorer yang berhak menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). “Saya menerima setiap aspirasi dan ekspresi teman-teman honorer, dan sudah menjadi tugas saya untuk merapikannya,” ujarnya saat menerima demo tenaga honorer dari Provinsi Banten di kementerian PANRB, Senin (07/10).
Azwar mengatakan, pihaknya berupaya untuk menangani tenaga honorer ini seadil-adilnya. Siapa yang berhak, sudah semestinya masuk menjadi CPNS. Tetapi yang tidak berhak, tentu tidak bisa diterima. Karena dinilai ada sejumlah permainan dalam kaitannya dengan rekrutmen honorer K1 yang tercecer di beberapa daerah, Menteri PANRB minta dilakukan verifikasi ulang dan validasi, quality assurance (QA) dan ada juga yang melalui audit tujuan tertentu (ATT).
Khusus untuk Provinsi Banten, setelah dilakukan ATT ada 10 dari 785 orang yang memenuhi kriteria (MK) otorisasi. “Mereka pengangkatannya dengan SK Kepala Dinas. Mestinya dari Gubernur,” ujarnya.
Selain itu, ada 767 tenaga honorer yang meluncur ke kategori 2 (K2). Alasannya, mereka dibiayai dari belanja barang dan jasa, dan ada 8 orang yang tidak memenuhi kriteria. Ada 3 orang yang sudah menjadi CPNS, dua orang meninggal, 2 orang mengundurkan diri dan satu orang namanya dobel.

Di hadapan ratusan pendemo itu, Menteri  berpesan agar mereka yang masuk kategori 2 mempersiapkan diri untuk menghadapi tes kompetensi dasar (TKD) CPNS pada tanggal 3 November 2013. “Siapkan diri anda dengan belajar, terutama wawasan kebangsaan. Ini nasehat dari seorang ayah kepada anak-anaknya,” imbuh Azwar Abubakar. (bby/HUMAS MENPANRB)

Sumber: http://www.menpan.go.id/berita-terkini/1882-pemerintah-tak-berniat-mendzolimi-honorer  (diakses, 9/10-2013)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Toko belanja online menyajikan model yang unik dan berkarakter, lebih mudah memilih, menemukan, dan memiliki model favorite Anda. http://www.usrotun-store.com

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan melalui email.

Join 7,827 other followers

DATAstudi Information

Recent Posts

%d bloggers like this: