DATAstudi Information

Home » Analisis » Meningkatkan Hasil Belajar Sosiologi Melalui Metode Ekspositori

Meningkatkan Hasil Belajar Sosiologi Melalui Metode Ekspositori

metode ekspositoriOleh: Muhammad Rizal (10538 0107 06)

Pendidikan merupakan bagian dari integral dalam pembangunan, proses pendidikan tak dapat dipisahkan dalam proses pembangunan itu sendiri. Pembangunan diarahkan dan bertujuan untuk mengembangkan sumber daya yang berkualitas. Manusia yang berkualitas dapat dilihat dari segi pendidikan. Hal ini terkandung dalam tujuan pendidikan Nasional, yang dikemukakan oleh Mustan (Rahim, 2005:8) bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan pengembangan manusia seutuhnya. Selain beriman, bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa serta sehat jasmani dan rohani, juga memiliki kemampuan dan keterampilan.
Dengan penegasan di atas, berarti peningkatan kualitas sumber daya manusia haruslah dilakukan dalam konteks peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui model pengajaran yang efektif dan efesien serta mengikuti perkembangan zaman.
Kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan dampak tertentu terhadap sistem pengajaran. Pandangan mengenai konsep pengajaran terus menerus mengalami perkembangan sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi. Disisi lain, metode dan pendekatan diterapkan oleh guru umumnya masih merupakan metode ceramah atau eksploitasi.
Kecenderungan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya bukan mengetahuinya.  Pembelajaran yang berorientasi pada target penugasan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang, dan itulah yang terjadi di kelas-kelas sekolah kita.
Model pembelajaran sosiologi yang terdapat dalam buku pelajaran sosiologi perlu diperkaya dengan model-model lain yang memberi nuansa baru, sehingga dapat meningkatkan kompetensi komunikasi siswa. Selama ini model pembelajaran kurang menantang siswa, terutama gaya belajar yang monoton sehingga tidak memancing kreativitas siswa, masalah  yang paling   menonjol  dikalangan siswa khususnya pelajaran sosiologi, yang  terasa  sulit untuk dimengerti yakni  menyangkut   penguasaan materi sosiologi tentang konsep-konsep terdapat di dalam  ilmu  sosiologi. Kenyataan ini menunjukkan  adanya suatu  komponen belajar mengajar  yang belum mampu  memberikan  hasil yang memuaskan  sesuai  dengan  pencapaian  susunan  itu sendiri.
Kenyataan di atas mengharuskan pembelajaran sosiologi dilakukan secara intensif. Namun ada kesan yang berkembang di masyarakat bahwa mata pelajaran sosiologi merupakan mata pelajaran yang sangat susah dan momok bagi siswa sehingga hasil  belajar siswa terhadap pelajaran  sosiologi tergolong rendah. Dalam hal  ini dibutuhkan  pembenahan serius dalam pembelajaran sosiologi.
SMA Negeri 1 Sendana adalah salah satu sekolah yang memiliki siswa yang mempunyai kemampuan yang beragam. Oleh karena itu, perlu ada pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa atau peserta didik untuk memahami pelajaran sehingga pengetahuan yang diperolehnya dapat bertahan lama. Dan salah satu diantaranya adalah model pembelajaran yang memperhatikan keragaman individu siswa yaitu model pembelajaran motode ekspositori.
Kondisi seperti di atas, dialami oleh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sendana Kabupaten Majene. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bidang studi sosiologi pada sekolah tersebut diperoleh informasi bahwa hasil belajar sosiologi siswa di kelas tersebut tergolong rendah yaitu dengan rata-rata 5,1. Hal ini disebabkan karena siswa kurang mampu mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa atau dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, juga dikarenakan penyajian materi sosiologi yang masih monoton dan membosankan sehingga siswa kurang tertarik belajar sosiologi. Dalam situasi demikian, siswa menjadi bosan karena tidak adanya dinamika, inovasi, kreativitas, dan siswa belum dilibatkan secara aktif sehingga guru sulit mengembangkan atau meningkatkan pembelajaran agar benar-benar berkualitas.
Dengan penerapan metode eksporitori diharapkan mampu membantu siswa dalam memahami konsep yang mereka pelajari dan membantu mereka menemukan kaitan antar konsep. Hal ini penting bagi siswa dalam mempelajari bidang studi sosiologi. Sehingga dengan penerapan metode eksporitori diharapkan dapat meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajar siswa, serta guru tidak lagi menjadi pusat pembelajaran. Guru hanya akan menjadi fasilitator dan mengontrol aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran. Dengan penerapan metode eksporitori, maka diharapkan pelajaran sosiologi menjadi bidang studi yang disenangi, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan aktivitas dan hasil belajar sosiologi siswa.

Selengkapnya, Klik Disini untuk Download


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Toko belanja online menyajikan model yang unik dan berkarakter, lebih mudah memilih, menemukan, dan memiliki model favorite Anda. http://www.usrotun-store.com

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan melalui email.

Join 7,827 other followers

DATAstudi Information

Recent Posts

%d bloggers like this: