DATAstudi Information

Home » Adat » Perlindungan Hak Asasi Perempuan dalam Persperktif Hukum Islam

Perlindungan Hak Asasi Perempuan dalam Persperktif Hukum Islam

Oleh: NIDAR
Hukum Islam dengan berbagai dimensi yang mengitarinya selama ini telah dinilai sebagai sesuatu yang taken of granted. Upaya untuk melakukan respon terhadap problematika keummatan acap kali menuntut sebuah reinterpretasi terhadap ayat-ayat yang hanya dipahami secara tekstual, jadi dengan menelusuri berbagai Hukum Islam yang memiliki relevansi dengan hak-hak perempuan, maka pada dasarnya dapat dilihat bahwa Al-Qur’an secara universal tidaklah membuka kesenjangan sosial yang begitu lebar untuk menjadikan laki-laki dan perempuan sebagai sesuatu yang absolut untuk didikotomikan.
Hal ini kalau ditinjau dari dimensi sejarah, seluruh hak-hak perempuan tidak diperhatikan, perbedaan hak laki-laki dan perempuan sangatlah jelas. Namun dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa antara perempuan dan laki-laki tidak ada perbedaan dari hak apapun karena mereka berasal dari satu asal.6 Bahkan ada dalam Al-Qur’an satu surah yang dinamakan surah An-Nisaa yang berarti surah perempuan, dan belum lagi ayat-ayat yang menjelaskan tentang hak-haknya dalam bidang muamalah, politik, pernikahan, kewarisan, pendikan serta sosial kemasyarakatan dan masih banyak lagi hak-hak yang lainnya.
Oleh karena itu sesungguhnya Islam datang ke dunia ini untuk mengembalikan kehormatan, harga diri dan hak-hak kaum wanita pada masa hidupnya, mulai dari masa kanak-kanak, remaja, dewasa tatkala menjadi seorang istri hingga masa seorang wanita menjadi nenek. Islam mengangkat derajat kewanitaan yang sangat istimewa. Islam menganjurkan agar kaum pria memperlakukan wanita dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
Islampun tidak membedakan hak atas laki-laki dan perempuan yaitu bahwa nilai-nilai fundamental yang mendasari, ajaran Islam seperti perdamaian pembebasan dan egaliterianisme termasuk persamaan derajat antara lelaki dan perempuan banyak tercermin dalam ayat Al-Qur’an, kisah-kisah tentang peranan penting kaum perempuan di zaman nabi Muhammad SAW., seperti Siti Khadijah, Siti Aisyah dan lain-lain telah banyak ditulis. Begitupula tentang sikap beliau yang menghormati kaum perempuan dan memperlakukannya sebagai mitra dalam perjuangan.
Islam menyatakan bahwa perempuan dan laki-laki punya kedudukan yang sama, tidak lebih dan tidak kurang, sebab keduanya adalah makhluk yang berasal dari satu diri. Islam datang dengan membawa taklif syari’at yang dibebankan kepada kaum wanita dan kaum pria. Hukum syari’at telah menerangkan pemecahan terhadap aktifitas keduanya sejak awal kedatangannya, Islam telah menjadikan perempuan sama dengan lakilaki ketika Allah Swt mengeluarkan perintah kepada Adam perintah yang sama diberikan kepada Hawa. Ketika Allah swt. mengeluarkan larangan hal itu ditujukan kepada keduanya.
Jelaslah bahwa perempuan memiliki kompetensi khusus terhadap perintah-perintah Allah SWT. Perempuan yang memiliki kesiapan diri untuk beribadah dan taat kepada-Nya. Perempuan sama dengan laki-laki dalam kemanusiaan dan hak-hak secara umum kecuali dalam hal-hal tertentu dengan teks hukum khusus. Perempuan memiliki hak dalam kedudukan terhormat dan kebebasan. Jadi, apa yang telah dikatakan di atas jelas terlihat bahwa Islam betul-betul sangat memperhatikan kaum perempuan dari berbagai aspek kehidupannya dan memberikan haknya sebagaimana yang telah difirmankan oleh Allah SWT. dalam syari’at. Akan tetapi apa yang terjadi dalam kenyataan dewasa ini dijumpai kesenjangan antara ajaran Islam yang mulia tersebut dengan kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari. Khusus tentang kesederajatan antara lelaki dan perempuan masih banyak tantangan yang dijumpai dalam merealisasikan ajaran ini, bahkan ditengah masyarakat Islam sekali pun.
Kaum perempuan masih tertinggal dalam banyak hal dari mitra lelaki mereka. Dengan mengkaji data dan mencermati fakta yang menyangkut kaum perempuan seperti tingkat pendidikan mereka, derajat kesehatan, partisipasi mereka dalam pengambilan keputusan tindak kekerasan terhadap perempuan, pelecehan seksual, pemerkosaan eksploitasi terhadap tenaga kerja perempuan dan sebagainya. Dapat dirasakan dan melihat betapa masih memprihatinkannya status kaum perempuan.
Pada era globalisasi ini seringkali kita mendengar teriakan seorang perempuan yang menuntut hak-haknya, mereka yang mendengarnya banyak yang mempercayai hal tersebut. Walhasil, apa yang telah disumbangkan untuk kemuliaan setiap wanita akhirnya terlupakan, dan menganggap Islam sebagai agama yang kurang memberikan keadilan dan kesamaan. Selengkapnya; Download Skripsi

Sumber Gambar: dw-world.de


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Toko belanja online menyajikan model yang unik dan berkarakter, lebih mudah memilih, menemukan, dan memiliki model favorite Anda. http://www.usrotun-store.com

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan melalui email.

Join 7,827 other followers

DATAstudi Information

Recent Posts

%d bloggers like this: