DATAstudi Information

Home » Administrasi » Evaluasi Program Pemberdayaan Daerah dalam Mengatasi Dampak Krisis Ekonomi (PDM-DKE)

Evaluasi Program Pemberdayaan Daerah dalam Mengatasi Dampak Krisis Ekonomi (PDM-DKE)

Pada tahun 1997 Indonesia mengalami efek negatif dari krisis ekonomi Asia Tenggara yang bermula dari terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat, yang menyebabkan harga-harga barang kebutuhan meningkat secara drastis. Kondisi ini diperparah lagi oleh berbagai bencana alam seperti kekeringan, kebakaran hutan, gempa bumi dan sebagainya. Dalam keadaan seperti itu lapisan masyarakat yang berpenghasilan rendah semakin terpuruk.

Krisis yang semula hanya merambah sektor ekonomi telah berkembang ke sektor sosial ekonomi masyarakat. Berbagai lapisan masyarakat di daerah termasuk di perkotaan telah merasakan pahitnya krisis sosial dan ekonomi tersebut. Namun demikian lapisan masyarakat termiskin yang paling merasakan getirnya dampak krisis karena lemahnya kemampuan mereka untuk bertahan hidup meskipun pada tingkat yang dasar.

Dampak krisis ini telah memperlihatkan meningkatnya angka pengangguran dan jumlah penduduk miskin, baik di daerah pedesaan maupun di daerah perkotaan. Biro Pusat Statistik memperkirakan bahwa pada tahun 1998 jumlah penganggur telah mencapai sekitar 13,8 juta orang. Sedangkan penduduk miskin mencapai kurang lebih 80 juta orang (BPS, 1998). Penduduk miskin tersebut sebagian besar sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan hidup layak lainnya. Dampak krisis ini juga telah menyebabkan daya beli masyarakat dan kegiatan ekonomi semakin menurun.

Berdasarkan data statistik jumlah penganggur di kota Makassar sebelum  terjadi krisis adalah sebesar 11.028 orang, dan pada saat krisis sebesar 11.899 orang, sedangkan penduduk miskin sebelum krisis sebanyak 21.359 orang dan saat krisis jumlah penduduk miskin meningkat menjadi 32.466 orang. Khusus Kecamatan Ujung Tanah tercatat jumlah penganggur sebelum krisis sebanyak 218 orang dan pada saat krisis menjadi 717 orang. Sedangkan jumlah orang miskin sebelum krisis sebanyak 341 orang sedangkan pada saat krisis menjadi 843 orang (BPS Kota Makassar, 1998).

Untuk menangani hal ini pemerintah telah mengambil langkah untuk menanggulangi intensitas dampak krisis ekonomi bagi warga miskin dan penganggur melalui Program Jaring Pengaman Sosial (JPS). Beberapa macam Program Jaring Pengaman Sosial seperti JPS Bidang Kesehatan, JPS bidang Sosial, JPS Padat Karya Sektor Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya, Bea Siswa Dana Bantuan Operasional Pendidikan Dasar dan Menengah (DBO Dikdasmen), Program Prakarsa Khusus untuk penganggur perempuan, Bantuan Operasional Pembinaan Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (BOP SD/MI), Operasi Khusus (OPK) Beras dan Program Pemberdayaan Daerah dalam Mengatasi Dampak Krisis Ekonomi (PDM – DKE).

Sebenarnya program semacam ini telah dilaksanakan dalam bentuk lain sebelum krisis melanda. Misalnya Program Pengentasan Kemiskinan IDT pada masa Orde Baru, Program Pembangunan Prasarana Pendukung Desa Tertinggal, Program Takesra dan Kukesra dan sebagainya. Program ini secara idealis sangat baik karena ditujukan untuk menolong lapisan masyarakat yang berada dalam kondisi ketidakmampuan secara ekonomi, sehingga mereka dapat bangkit yang pada gilirannya membawa dampak pada daya tahan serta perbaikan ekonomi secara keseluruhan.

Prinsip dari JPS adalah Pemberdayaan Sosial (Social Empowerment), sehingga program ini bersifat mendidik masyarakat sasaran agar mampu mengatasi permasalahan dengan menggunakan potensi sendiri. Program ini bersifat berkelanjutan dengan menumbuhkan perilaku kolektif di tingkat mikro yang mencerminkan nilai rukun, peduli, mandiri dan sejahtera.

Salah satu program Jaring Pengaman Sosial adalah Program Pemberdayaan Daerah dalam Mengatasi Dampak Krisis Ekonomi (PDM – DKE) berupa pemberian bantuan langsung kepada masyarakat miskin akibat krisis ekonomi melalui pemberian modal usaha untuk pengembangan kegiatan usaha produktif serta pembangunan prasarana/sarana pendukung

kegiatan ekonomi baik di perkotaan maupun di pedesaan. Tujuan utama program ini adalah untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan kesempatan berusaha dengan sasaran pokok berkembangnya kegiatan ekonomi rakyat berskala kecil dan menengah dan meningkatnya daya beli masyarakat melalui peningkatan pendapatan.

Program PDM – DKE diberikan kepada kegiatan usaha yang dapat menunjukkan sumbangan langsung terhadap peningkatan lapangan kerja, pendapatan masyarakat. dan selanjutnya sasaran utama pemberian bantuan program ini adalah penduduk miskin yaitu mereka yang kehilangan pekerjaan dan sumber penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari khususnya untuk pengadaan pangan, pembiayaan pendidikan, kesehatan serta kebutuhan sosial ekonomi lainnya, sedangkan sasaran lokasi adalah kelurahan tertentu yang memiliki pengangguran dan penduduk miskin dalam wilayah kecamatan.

Masyarakat miskin di perkotaan umumnya menggantungkan hidup pada kegiatan usaha yang bersifat informal. Musiyam dan Wajdi (2000 : 32), menyatakan bahwa kelompok miskin kota sebagin besar bekerja pada sector informal. Mereka yang dapat digolongkan ke dalam kegiatan sektor informal adalah pedagang kaki lima, penjual koran, anak-anak penyemir, penjaga kios, penjaja barang, pengemudi becak, pengemis dan lain-lain (Breman dalam Manning, 1996:139-140).

Berdasarkan laporan Bappeda Kota Makassar tentang tingkat kemiskinan dan pengangguran di Kota Makassar bahwa jumlah penerimaan bantuan modal bergulir tercatat sebanyak 2.859 orang mereka terdiri dari pedagang kaki lima, penjual kue, penjahit, pedagang asongan, kios/warung, penjual ikan, penjual sayur, kerajinan dan sebagainya.

Selanjutnya berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kantor Camat Ujung Tanah (1998) menunjukkan bahwa jumlah penerima bantuan modal bergulir PDM-DKE adalah sebanyak 843 orang. Dengan jumlah dana sebesar Rp. 171.187.200,- dan jumlah dana pembangunan prasarana dan sarana yang dapat menampung tenaga kerja penganggur sebesar Rp.317.206.800,- dengan jumlah proyek fisik sebanyak 38 buah dan menyerap tenaga kerja sebanyak 717 orang, sehingga total dana sebesar Rp.488.394.000,-

Penerima bantuan tersebut dihimpun dalam suatu Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang terdiri dari seorang Ketua, seorang Sekretaris, seorang Bendahara dan Anggota. Kelompok ini secara bersama-sama mengelola bantuan dan mengembalikan kepada kelompoknya sendiri di bawah bimbingan seorang fasilitator yang diangkat dari warga masyarakat di wilayah kelurahan yang bersangkutan. Dengan demikian pengelolaan dana bergulir tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat untuk tetap bertahan (survive) atau mengembangkan usaha di tengah kesulitan ekonomi.

Kajian dan penelitian tentang pemberdayaan masyarakat dan bantuan JPS sebenarnya telah banyak dilakukan. Penelitian tersebut antara lain dilakukan oleh Zainuddin (1999) tentang analisis tingkat keberhasilan pelaksanaan program IDT di Kabupaten Donggala, Balusu (1998) tentang dampak social ekonomi pelaksanaan program IDT di Kabupaten Kolaka dan

Jamal (1997) tentang gambaran umum Pokmas Delima, sedangkan kajian tentang pemberdayaan daerah dalam mengatasi dampak krisis ekonomi (PDMDKE) secara khusus belum banyak dilakukan selain laporan yang diterima oleh Bappeda dari tiap-tiap kecamatan penyelenggara program tersebut. Namun pada umumnya laporan dan evaluasi program ini terkadang dilakukan di belakang meja untuk menjaga kontinuitas program sehingga akurasi data lapangan tidak dapat dipertanggung jawabkan.

Kekhasan penelitian ini terletak pada aspek akurasi data lapangan yang diperoleh sehingga hasil penelitian yang didapatkan mencerminkan kondisi ril yang dihadapi kelompok masyarakat (Pokmas) penerima bantuan. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Ujung Tanah dengan beberapa pertimbangan antara lain bahwa Kecamatan Ujung Tanah mencakup 3 (tiga) lokasi geografis yang berbeda, yaitu daerah kepulauan, daerah pantai, dan daerah perkotaan.

Kondisi akan merepresentasikan kondisi masyarakat Kota Makassar secara keseluruhan. Pertimbangan kedua pemilihan lokasi penelitian ini, karena Kecamatan Ujung Tanah berdasarkan data dari Biro Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar tahun 1989-1999 jumlah keluarga miskin menerima bantuan PDMDKE di daerah ini merupakan penerima yang paling besar dibandingkan kecamatan lain, yaitu 843 KK dari 2.859 KK atau 29,48 persen.

Pertimbangan terakhir penentuan daerah penelitian ini karena Kecamatan Ujung Tanah menjadi penerima dana bergulir paling besar di Kota Makassar sehingga memerlukan pengelolaan yang lebih baik. Sebagai konsekuensi lebih lanjut, peneliti akan berupaya melihat perkembangan taraf hidup yang dialami masyarakat miskin kota setelah pelaksanaan PDM-DKE ini.


3 Comments

  1. Cool site, I hope mine will be this good some day…

    […]My partner and I stumbled over here coming from a different website and thought I should check things out. I like what I see so now i am following you. Look forward to going over your web page yet again.[…]…

  2. Indonesia says:

    Thanks for your personal marvelous posting! I certainly enjoyed reading it,
    you may be a great author. I will make certain to bookmark your
    blog and will often come back later in life. I want to encourage you to continue your great writing, have
    a nice afternoon!

  3. Google says:

    Google

    Usually posts some extremely interesting stuff like this. If you are new to this site.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Toko belanja online menyajikan model yang unik dan berkarakter, lebih mudah memilih, menemukan, dan memiliki model favorite Anda. http://www.usrotun-store.com

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan melalui email.

Join 7,827 other followers

DATAstudi Information

Recent Posts

%d bloggers like this: