DATAstudi Information

Home » Adat » Interferensi Bahasa Bugis terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Berkomunikasi

Interferensi Bahasa Bugis terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Berkomunikasi

Oleh: NURAENI

Sejak diciptakannya manusia oleh Allah Swt. yaitu Nabi Adam as. dan Hawa, maka pada saat itu lahir bahasa. Karena dengan diciptakannya dua insan tersebut terjadilah suatu dialog atau komunikasi timbal-balik, yang tentunya dengan menggunakan bahasa. Namun, bahasa yang digunakan, penulis tidak mengetahui secara pasti, dan mengenai nama bahasa itu tidak perlu dipersoalkan dan diperdebatkan, yang jelas, menurut hemat penulis, keberadaan bahasa itu muncul bersamaan diciptakannya manusia oleh Allah swt. Adanya manusia berarti akan ada pula komunikasi sedang yang dijadikan sebagai alat komunikasi, adalah bahasa itu sendiri. Dengan demikian, terdapat hubungan yang erat antara bahasa dan komunikasi dalam umat manusia. (Tarigan, 1990:2).

Karena perkembangan kehidupan manusia, terbentuklah negara-negara dan  setiap negara itu memiliki bahasa nasional tersendiri. Kalau di negara Republik Indonesia yang menjadi bahasa nasional adalah bahasa Indonesia, yakni bahasa yang diikrarkan oleh pemuda bangsa Indonesia pada masa penjajahan Belanda yang dikenal dengan nama Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Pada saat itu bahasa Indonesia menjadi alat pemersatu dari penghubung antara daerah dan budaya di negara yang kita cintai.

Diikrarkannya bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional, agar lebih mempermudah komunikasi antardaerah. Mengingat setiap daerah dan suku di Indonesia memiliki bahasa tersendiri. Bahkan sampai saat ini belum ada data yang jelas dan akurat mengenai berapa banyak bahasa daerah di Indonesia.

Adapun berbagai macam bahasa itu, mengakibatkan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat dwibahasawan bahkan multibahasawan. Dwibahasawan adalah orang yang memperoleh dan dapat berbicara dengan dua bahasa secara bersamaan atau beruturan. Sedangkan kalau orang tersebut memperoleh dan dapat berbicara lebih dari dua bahasa disebut multibahasawan (Nababan, 1992:73).

Kalau di wilayah Sulawesi Selatan, masyarakatnya bisa mengalami kedwibahasaan karena sebagian masyarakat dapat bertutur kata (berbicara) dengan menggunakan  bahasa Bugis dan bahasa Makassar, bahasa Bugis dan bahasa Indonesia, bahasa Bugis dan bahasa Inggris, bahasa Makassar dan bahasa Indonesia, bahasa Makassar dan bahasa Inggris, dan lain-lain. Bahkan ada pula masyarakat yang multibahasawan karena mereka dapat berbicara bahasa Bugis, dan bahasa Makassar serta bahasa Inggris, dan sebagainya.

Dengan adanya kondisi masyarakat seperti ini, mempengaruhi mereka dalam berbicara pada saat menggunakan satu bahasa. Sengaja atau tidak, sering terjadi kesalahan di dalam menggunakan bahasa tertentu karena kebiasaan menggunakan dua bahasa atau lebih secara bergantian dalam kehidupan sehari-hari. Namun, hal seperti ini sulit untuk dihindari bagi masyarakat, karena bahasa pertama yang menjadi bahasa ibu atau bahasa pertama yang dikuasai oleh masyarakat pada umumnya telah dipelajari bahkan terwaris secara alamiah. Bahasa ibu menurut  Parera (1993:17) adalah bahasa yang potensial dikuasai oleh seseorang sejak lahir secara terwaris. Bahasa ibu dikuasai bukan melalui proses belajar, melainkan melalui perolehan bahasa secara bawah sadar.

Bahkan masyarakat yang berasal dari daerah dan suku tertentu, apabila mereka tinggal pada daerah yang masyarakatnya berbahasa daerah yang lain pula, pada umumnya mereka tetap mempertahankan bahasa daerah atau bahasa ibu tersebut, di samping menggunakan bahasa Indonesia.

Melihat kenyataan ini, penulis merasa tertarik untuk mengadakan penelitian terhadap masyarakat yang dwibahasaan, yakni di wilayah Kabupaten Bone tepatnya di Wilayah Kecamatan Kahu. Penulis memilih salah satu sekolah yaitu SLTP Negeri 4 Kahu sebagai objek penelitian.

Kita telah mengetahui bahwa bahasa ibu bagi masyarakat Bone adalah bahasa Bugis, bahasa ini menjadi alat komunikasi masyarakat Bone, di samping merupakan pendukung kebudayaan daerah yang harus tetap dipelihara dan dikembangkan.

Karena bahasa Bugis memang telah menjadi bahasa pertama (ibu) oleh masyarakat Kecamatan Kahu Kabupaten Bone, mengakibatkan siswa khususnya siswa SLTP Negeri 4 Kahu , sering menggunakan bahasa Indonesia yang kurang benar. Penggunaan bahasa Bugis dan bahasa Indonesia secara bergantian itu, akan sulit dihindari adanya kontak bahasa, yang tentunya berpengaruh pada penggunaan bahasa Indonesia berdasarkan kaidah-kaidah yang berlaku.

Kesalahan berbahasa Indonesia bukan hanya dalam rumah tangga setiap siswa, melainkan terbawa sampai di sekolah. Padahal, sekolah sebagai lembaga formal pendidikan, untuk mendidik anak/siswa agar menguasai bahasa Indonesia yang benar, baik dalam tulisan maupun dalam bentuk lisan. Namun, kenyataannya, kesalahan berbahasa Indonesia  masih sering ditemukan di sekolah-sekolah,  mulai dari tingkat dasar sampai tingkat menengah, bahkan di perguruan          tinggi sekalipun.

Oleh karena itu, penulis merasa tertarik untuk mengadakan penelitian terhadap penggunaan bahasa Indonesia oleh masyarakat yang dwibahasaan, yakni dengan memilih objek penelitian pada SLTP Negeri 4 Kahu . Dalam penelitian ini, penulis akan mengamati, meneliti, dan mencari data (informasi) mengenai “Interferensi Bahasa Bugis terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Berkomunikasi oleh Siswa SLTP Negeri 4 Kahu Kabupaten Bone”.

Alasan memilih judul ini karena sampai saat ini belum pernah ada mahasiswa yang mengadakan penelitian yang mengemukakan data dan informasi tentang bagaimana pengaruh bahasa Bugis yang merupakan bahasa ibu (pertama) bagi siswa SLTP Negeri 4 Kahu , terhadap penggunaan bahasa Indonesia, padahal data dan informasi seperti  itu sangat penting untuk menjadi bahan masukan bagi para pembina pada SLTP Negeri 4 Kahu, terutama pembina/guru pelajaran bahasa Indonesia, agar pembinaan dan pengajaran bahasa Indonesia dapat lebih diperhatikan demi membentuk siswa yang dapat berbahasa Indonesia yang baik dan benar, berdasarkan kaidah yang berlaku.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Toko belanja online menyajikan model yang unik dan berkarakter, lebih mudah memilih, menemukan, dan memiliki model favorite Anda. http://www.usrotun-store.com

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan melalui email.

Join 7,827 other followers

DATAstudi Information

Recent Posts

%d bloggers like this: