DATAstudi Information

Home » Administrasi » Pengembangan Industri Kreatif menuju Visi Ekonomi Kreatif Indonesia 2025

Pengembangan Industri Kreatif menuju Visi Ekonomi Kreatif Indonesia 2025

RENCANA PENGEMBANGAN 14 SUBSEKTOR INDUSTRI KREATIF 2009-2015

Rencana Pengembangan subsektor Industri Kreatif ini merupakan rangkaian lanjutan Perencanaan Pengembangan ekonomi kreatif Indonesia dengan melihat lebih detil ke masing-masing subsektor Industri Kreatif. Subsektor Industri kreatif tersebut meliputi: periklanan; arsitektur; pasar barang seni; kerajinan; desain; fesyen; video, film & fotografi; permainan interaktif; musik; seni pertunjukan; penerbitan & percetakan; layanan computer & piranti lunak; televisi dan radio; serta riset dan pengembangan.

Rencana pengembangan 14 subsektor diawali dengan pemahaman masing-masing subsektor dan analisis kondisi pondasi dan pilar industri. Berdasarkan pemahaman dan analisis kondisi, disusun peta kekuatan dan kelemahan industri, serta peluang dan ancaman yang dihadapinya. Pemetaan ini menjadi acuan penetapan sasaran, arah dan perancangan roadmap (peta jalan) pengembangan. Rencana pengembangan diakhiri oleh rencana aksi umum untuk dilakukan dengan kolaborasi antar lembaga pemerintah, dan cerita sukses insan-insan kreatif di setiap subsektor.

Dari pemahaman dan analisis kondisi pondasi dan pilar masing-masing subsektor ditemukan 5 permasalahan utama. Lima permasalahan tersebut, seperti diutarakan Rencana Pengembangan Ekonomi Kreatif 2009-2015 adalah:

  1. Kuantitas dan kualitas sumber daya insani sebagai pelaku dalam industri kreatif.
  2. Iklim kondusif untuk memulai dan menjalankan usaha di industri kreatif.
  3. Penghargaan/apresiasi terhadap insan kreatif Indonesia dan karya kreatif yang
  4. dihasilkan.
  5. Percepatan tumbuhnya teknologi informasi dan komunikasi.
  6. Lembaga Pembiayaan yang berpihak kepada pelaku industri kreatif.

Keunikan karakteristik dan perbedaan initial condition (kondisi sekarang) ke-14 subsektor, membuat bobot kelima permasalahan utama tersebut berbeda-beda di setiap subsektor. Hal ini berdampak pada perbedaan penentuan sasaran, arah dan peta jalan pengembangan masing-masing subsektor industri kreatif. Sasaran yang rasional, arah pengembangan yang feasible, ditentukan berdasarkan kondisi yang ditemukan saat ini di setiap subsektor. Sasaran dan arah yang berbeda berdampak pada perbedaan pilihan dan sekuensi strategi, yang membentuk setiap peta jalan pengembangan.

Setiap peta jalan pengembangan terdiri dari: sasasan, arah pengembangan, dan strategi pengembangan, periode waktu aksi pengembangan dan lembaga pemerintah terkait. Keseluruhan peta jalan rencana pengembangan subsektor industri kreatif ini, dilakukan dalam kerangka Model Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional yang telah dikembangkan sebelumnya. Kolaborasi cendekiawan, bisnis dan pemerintah (intellectual, business, government – IBG), dan apa peran masing-masing komponen TRIPLE HELIX tersebut, dapat ditemukan pada peta jalan. Namun demikian, rencana pengembangan subsektor ini memberikan detil strategi yang lebih, pada peran pemerintah.

Sebagaimana dialami oleh negara-negara lain dalam mengelola industri kreatif, kebijakan pemerintah dan kolaborasi antar lembaga pemerintahan, merupakan determinan penting yang menentukan keberhasilan pengembangan. Hal inilah yang menjadi latar belakang mengapa peran pemerintah dan kolaborasi pemerintah diuraikan lebih detil pada bagian rencana aksi pengembangan subsektor. Berdasarkan rencana aksi yang telah diuraikan, diharapkan setiap lembaga pemerintah yang terkait dapat menyusun rencana aksi pengembangan industri kreatif sesuai wewenang dan tanggungjawabnya secara lebih detil dengan memiliki sasaran yang dapat diukur dan dievaluasi. Rencana aksi pengembangan industri kreatif pada masing-masing departemen seyogyanya dikembangkan dalam suatu kerangka koordinasi yang konsisten dengan peta jalan pengembangan ekonomi kreatif dan rencana pengembangan 14 subsektor industri kreatif, sehingga terjadi sinergi yang membuahkan hasil yang positif bagi pertumbuhan industri kreatif.

Cerita sukses di akhir bagian, merupakan suatu penghargaan kepada insan-insan kreatif di setiap subsektor, atas upaya, jerih payah dan pencapaian mereka dalam memajukan industri kreatif Indonesia. Cerita sukses ini juga menjadi alat promosi industri kreatif Indonesia di dalam dan luar negeri. Dan yang terutama, cerita sukses ini akan menjadi sumber inspirasi dan membangun optimisme bangsa, bahwa kita bisa adalah bangsa yang kreatif yang mampu berkarya secara nyata di blantika industri kreatif nasional. Memang, INDONESIA BISA.


1 Comment

  1. Jubah Moden says:

    Banyak fakta yg menyimpang mengenai isu nie…. terima kasih dan tahniah atas penjelasan…
    dah bookmark..

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Toko belanja online menyajikan model yang unik dan berkarakter, lebih mudah memilih, menemukan, dan memiliki model favorite Anda. http://www.usrotun-store.com

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan melalui email.

Join 7,827 other followers

DATAstudi Information

Recent Posts

%d bloggers like this: