DATAstudi Information

Home » Artikel » LPIR Bangun Hasrat Siswa jadi PENELITI ANDAL

LPIR Bangun Hasrat Siswa jadi PENELITI ANDAL

Jakarta, 11/8/2009 (Kominfo-Newsroom) – Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo menilai Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) sangat penting untuk memotivasi dan menggalakan rasa ingin tahu (koreositas) peserta didik serta membangun hasrat mereka untuk menjadi peneliti atau menjadi akademisi andal.

“Para siswa juga dapat memperluas dan memperdalam kandungan ilmu pengetahun dan teknologi dan seni,” kata Mendiknas Bambang Sudibyo pembukaan acara Wawancara Finalis Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) tahun 2009 tingkat SMP/MTs dan SMA/MA di gedung Depdiknas, Jakarta, Selasa (11/8).

Ia juga mengaku gembira LPIR dari tahun ke tahun terus dilaksanakan dan tahun 2009 ini merupakan tahun pelaksanaan yang ke-32. Artinya, katanya, LPIR sudah menjadi program yang mapan di Depdiknas dan pesertanya adalah para siswa remaja yang berusia 12�19 tahun.

Menurut Bambang, LPIR tahun 2009 digelar bersamaan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Ia mengemukakan, para juara LPIR akan dikirim ke luar negeri untuk mengikuti Young International Young Inventer Project Olympiad, yaitu semacam LPIR tingkat internasional. “Hasilnya sangat menggembirakan karena Indonesia telah berhasil menggondol dua medali emas,” katanya.

Menurutnya, sangat mengagumkan bahwa para peserta didik yang sama sekali tidak pernah belajar filsafat ilmu dan belum pernah mempelajari metodologi penelitian justru berhasil meraih prestasi terbaik di tingkat internasional.

“Jadi kalau mau melakukan penelitian, pertama harus memiliki wawasan keilmuan yang cukup, kemudian harus menguasai filsafat ilmu, tentu wajib menguasai metodologi penelitian,” kata Mendiknas.

Ia menilai para siswa SMP/MTs dan SMA/MA, yang pada dasarnya belum pernah belajar filsafat ilmu dan metodologi penelitian, ternyata mampu melahirkan karya ilmiah yang bernilai.

“Dengan demikian, LPIR sangat positif untuk membangun, memotivasi rasa ingin tahu peserta didik serta mendorong semangat mereka untuk menjadi peneliti dan akademisi andal. Sangat baik bakat-bakat mereka itu dipupuk dan dibina sejak usia muda,” katanya.

Menurut Mendiknas, LPIR sangat relevan dan sejalan dengan yang digariskan dalam UU Sisdiknas, yaitu bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan peserta didik agar menjadi manusia yang bertaqwa, beriman, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Permendiknas No. 39 tahun 2008 tentang Pembinaan Siswa, katanya, juga memasukkan pembinaan prestasi akademik, seni dan olah raga sebagai bentuk-bentuk pembinaan kesiswaaan di SMA/MA atau pun di SMP/MTs. Menurutnya, kegiatan LPIR bisa menjadi salah satu bentuk pendidikan ekstra kurikuler.

Pada tingkat individu, katanya, LPIR akan membangun hasrat dan motivasi untuk menjadi peneliti dan memupuk rasa ingin tahu dari peserta didik, sedangkan pada tingkat konstitusi dan negara, pemerintah sangat mendorong masyarakatnya untuk membangun tradisi dan budaya penelitian. Pemerintah, dalam hal ini Depdiknas, kata Mendiknas, berkeinginan untuk membangun dan mengembangkan masyarakatnya menjadi masyarakat yang cerdas dan krtitis, sehingga pada gilirannya, bangsa ini akan sangat kompetitif di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Tidak perlu seluruh rakyat menjadi peneliti, tapi harus ada cukup peneliti di antara 230 juta penduduk Indonesia, misalnya sekian persen dari rakyatnya menjadi peneliti andal. Itu yang dibutuhkan oleh bangsa dan negara ini,” katanya.

Kepada para finalis LPIR Bambang Sudibyo meminta untuk terus berusaha dan belajar serta mempertajam hasil penelitiannya. Ia meyakinkan bahwa pilihan para siswa itu untuk menjadi peneliti merupakan langkah hebat dan pilihan terbaik dan akan sangat bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Sedangkan kepada para juri ia meminta dapat memberikan nilai yang sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, mempertimbangkan segi ilmiah dan keasliannya/orisinalitas, kemanfaatannya, sekaligus mempertimbangkan tingkat perkembangan anak dan kesesuaian dengan perkembangan iptek.

“Tahun depan, saya harapkan ada peserta LPIR dari SMP Terbuka,” kata Mendiknas. (T.Ad/ysoel)

sumber: depkominfo (diakses: 12 Agustus 2009)


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Toko belanja online menyajikan model yang unik dan berkarakter, lebih mudah memilih, menemukan, dan memiliki model favorite Anda. http://www.usrotun-store.com

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan melalui email.

Join 7,827 other followers

DATAstudi Information

Recent Posts

%d bloggers like this: