DATAstudi Information

Home » Uncategorized » Paspor Hijau untuk Jemaah Haji, dan Hindari Calo

Paspor Hijau untuk Jemaah Haji, dan Hindari Calo

Sekjen Depag: Yang Sudah Mengurus Paspor, Akan Didata

Foto

Jakarta, 3/8 (Pinmas)–Sekjen Depag Bahrul Hayat menegaskan bahwa bagi para calon jamaah yang sudah terlanjur mengurus paspor hijau sebelum Peraturan Bersama ini dikeluarkan, nantinya akan didata. Saat ditanya apakah nanti mereka yang sudah mengurus paspor hijau dengan membayar, akan dikembalikan dananya, Bahrul mengatakan itu sedang dibahas.

“Kita sedang bicarakan dengan pihak imigrasi. Soal ini sedang dibahas, apakah nanti ada kompensasi atau bagaimana. Yang jelas kita saat ini tengah melakukan pendataan,“ kata Bahrul Hayat.

Pada kesempatan yang sama Menkum dan HAM Andi Mattalatta mengungkapkan bahwa yang sudah memiliki paspor dan minimal masih berlaku enam bulan, tidak ;perlu mengurus paaspor hijau atau paspor biasa lagi. Nanti tinggal distempel haji saja,“ kata Andi.

Sedangkan Dirjen Imigrasi Ahmad Basyir Barmawi menegaskan bahwa pihaknya akan berupaya untuk tetap dapat melayani paspor bagi jamaah haji ini di hari Sabtu dan Minggu. “jadi untuk hari Sabtu dan Minggu kami tetap bisa melayani jamaah. Nanti ada loket-loket khusus di kantor imigrasi untuk pelayanan jamaah haji ini,“ katanya.(rep/ts)

Menag-Menkumham Tandatangani Peraturan Bersama tentang Penerbitan Paspor Biasa Bagi Jemaah Haji

Foto

Jakarta, 3/8 (Pinmas)–Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni dan Menteri Hukum dan Ham Andi Matalata menandatangani peraturan bersama tentang penerbitan paspor biasa bagi para calon jemaah haji (calhaj) untuk musim haji 1430 H /2009 M.

Dalam peraturan bersama itu, calhaj yang akan menunaikan ibadah harus menggunakan paspor biasa/hijau (internasional) sebagaimana juga disyaratkan pemerintah Arab Saudi. Pada tahun-tahun sebelumnya calhaj jika menunaikan ibadah haji menggunakan paspor coklat/paspor khusus haji.

Menteri Hukum dan HAM Andi Matalata usai menandatangani peraturan bersama tersebut menegaskan, dengan adanya peraturan ini diharapkan tak ada lagi calhaj gelisah karena berbagai hal, seperti dikenai biaya tambahan dan sebagainya.

Tak ada biaya tambahan, karena ongkos pembuatan paspor biasa, yang untuk pertama kalinya digunakan sebagai dokumen perjalanan haji itu, seluruhnya ditanggung pemerintah. Dalam hal ini Departemen Agama (Depag). Biayanya sudah termasuk di dalam BPIH atau ongkos naik haji.

Andi Matalata mengaku akan membuat pos khusus bagi pelayanan jemaah haji. Jangan sampai ada calhaj terganggu atau tak dapat menunaikan ibadah hanya lantaran pengurusan dokumen. “Saya sendiri akan mengecek dalam pelaksanaannya di lapangan nanti,” tegasnya.

Andi menambahkan, ada 108 kantor imigrasi di seluruh Indonesia. Bagi calhaj, tinggal datang untuk diambol foto dan sidik jari.

Sementara Menteri Agama, Maftuh Basyuni mengatakan, pihaknya telah minta para jajarannya di seluruh Indonesia untuk melakukan pendampingan ketika dalam pengurusan paspor biasa bagi calhaj. Jadi, secara teknis hal itu sudah diatur.

Sesungguhnya, kata Menag, penggunaan paspor biasa bagi calhaj tak ada hambatan secara teoritis. Karena itu, seperti dikemukakan Dirjen Imigrasi Basyir Ahmad Barmawi, dalam pelaksanaan teknisnya nanti akan dibuka loket khusus bagi calhaj di sejumlah kantor imigrasi.

Terkait adanya calhaj sudah mengurus paspor lebih awal, Sekjen Departemen Agama Bahrul Hayat mengatakan, hal itu bisa saja terjadi. Namun untuk mengganti ongkos pembuatannya, pihaknya harus melakukan inventarisasi dahulu.

“Ongkos pembuatan paspor biasa Rp270 ribu. Biaya sebesar itu seluruhnya akan ditanggung Depag,” kata Bahrul lagi.(ant/ts)

Pengurusan Paspor Hijau Untuk Jemaah Haji, Biayanya Ditanggung Depag

Jakarta, 2/8 (Pinmas)–Kasubdit Dokumen Haji Sri Ilham Lubis menegaskan, pembuatan paspor bagi jemaah haji biasa tidak dipungut biaya, kecuali untuk jemaah haji BPIH Khusus. “Biaya pembuatan paspor jemaah haji biasa ditanggung oleh Dep.Agama,” kata Sri Ilham Lubis, di Jakarta, Minggu (2/8).

Menurut Sri Ilham, sesuai edaran yang disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Haji kepada Kanwil-kanwil Depag se Indonesia, pembuatan pasor haji dilakukan di kantor-kantor Imigrasi terdekat di koordinasikan oleh kantor Dep. Agama kabupaten/kota bersama kantor Imigrasi.

Untuk keperluan pengurusan paspor, kata Sri Ilham, masing-masing jemaah haji mempersiapkan foto copy KTP, Kartu Keluarga, Akte Kelahiran/Surat Kenal Lahir/Surat Nikah/Ijazah. “Bila salah satu dari dokumen itu tidak ada, dapat diganti dengan surat keterangan dari Kandepag Kabupaten/Kota,” ucap Sri.

Sri Ilham menambahkan, jadwal dan mekanisme pembuatan paspor Internasional dan pemvisaan bagi jemaah haji, akan disampaikan dalam waktu dekat ini. “Kita masih menunggu ditandatanganinya Mou antara Menag dengan Menkumham,” ujarnya.

Setiap calhaj yang mengurus paspor hijau, kata Sri Ilham, akan mengisi formulir isian yang disediakan di Kantor Departemen Agama (Kandepag) kabupaten/kota. “Jadwal pembuatannya paspor di kantor Imigrasi diatur oleh masing-masing Kandepag.” ucap Sri Ilham.

Sri Ilham menghimbau, agar para calhaj dalam pengurusan paspor hijau ini, jangan melalui calo. “Tempuhlah prosedur dan aturan yang telah ditetapkan oleh Depag,” pinta Sri Ilham.(ts)

Calhaj Dalam Mengurus Paspor Hijau, Diminta Hindari Calo

Jakarta,1/8(Pinmas)–Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji, Abdul Ghofur Djawahir, mengingatkan kepada para Calon Jemaah Haji (Calhaj) untuk berhati-hati dalam pengurusan paspor hijau, karena belakangan ini calo pembuat paspor haji sudah “bergentayangan”.

“Calhaj diimbau agar tak tergiur akan kemudahan yang dijanjikan para calo dalam pengurusan paspor hijau,” ujar Ghofur.

Menurut Ghofur, mekanisme pengurusan paspor hijau untuk haji sudah ada ketentuannya. Setiap Calhaj akan mengisi formulir isian yang disediakan di sejumlah Kantor Departemen Agama (Kandepag) di masing-masing kota/kabupaten.

Pengurusan paspor hijau bagi jemaah haji, kata Ghofur, tak dipungut bayaran. Jadi, jika ada Calhaj tergiur iming-iming calo karena ingin cepat dalam pengurusan paspor, menurut dia, bisa saja hal itu terjadi. Tetapi tentu biayanya tidak ditanggung Depag.

Ghofur meminta, Calhaj mengindahkan atau mematuhi seluruh instruksi dari Kandepag setempat, ia mengimbau.

Ghofur menambahkan, sekalipun Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang) tentang penggunaan paspor hijau bagi Calhaj sudah ada, namun tindak lanjut dari peraturan itu belum ada.

Ghofur mengatakan, jika pada Senin (3/8) peraturan bersama antara Depag dan Menteri Hukum dan HAM sudah ditandatangani, diharapkan petunjuk tekhnisnya pun dalam pembuatan paspor hijau untuk Calhaj akan segera diberlakukan.

Sekditjen Haji mengakui berita “miring” tentang pengurusan paspor hijau bagi Calhaj sudah mulai bermunculan. Calhaj “ngeluyur” ke kantor imigrasi tanpa mengindahkan ketentuan yang berlaku. Ada yang mengurus paspor sendiri.

Sejak ada ketentuan keharusan penggunaan paspor internasional (hijau) bagi Calhaj dari pemerintah Arab Saudi, pada musim haji 1430 H/2009 M ini, bermunculan komentar “miring” karena sosialisasikan dinilai lambat.

Padahal sebelumnya Sekjen Depag, Bahrul Hayat, PhD jauh hari sudah menegaskan, seluruh calon jamaah diharap tidak resah, karena dalam waktu dekat, calon jamaah akan dipanggil untuk pengurusan paspor di kantor imigrasi setempat.

Secara teknis, nantinya para calon jamaah haji akan mendapat panggilan untuk pengurusan paspor yang akan selesai dalam sehari. Saat ini Depag tengah menyusun daftar nama-nama calon haji untuk pengurusan paspor ini, ia menjelaskan.

Jadi nanti setiap calon jamaah akan mendapat surat panggilan untuk mengurus paspor ini, kata Bahrul Hayat.

Diharapkan calhaj tidak `nyelonong` begitu saja. Namun mengurus sesuai dengan surat panggilan. Dia juga kembali mengulang pernyataannya bahwa seluruh calon jamaah, kecuali haji khusus, tidak akan dipungut biaya sepeser pun dalam pengurusan paspor hijau ini.

“Kecuali calon jamaah hanya akan membayar asuransi untuk dirinya sendiri. Calon jamaah cukup hanya datang sekali saja dan segala urusan paspor akan selesai dalam sehari,” tutur Bahrul Hayat.(ant/ts)

sumber:  http://www.depag.go.id/ (diakses: 4 Agustus 2009)


3 Comments

  1. semoga pengurusan haji semakin tetib dan yang penting dananya tidak disalahgunakan
    info yang menarik, kritis dan membangun … trim’s

  2. […] Paspor Hijau untuk Jemaah Haji, dan Hindari Calo’. […]

  3. manfaat madu says:

    manfaat madu

    Di dunia ini banyak sekali kemanfaatan yang belum diketahui oleh masyarakat, terima kasih sudah memberi kita ilmu tambahan di artikel ini.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Toko belanja online menyajikan model yang unik dan berkarakter, lebih mudah memilih, menemukan, dan memiliki model favorite Anda. http://www.usrotun-store.com

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan melalui email.

Join 7,827 other followers

DATAstudi Information

Recent Posts

%d bloggers like this: