DATAstudi Information

Home » Opini » Menunggu Realisasi Kesejahteraan Guru

Menunggu Realisasi Kesejahteraan Guru

Niat pemerintah merealisasikan program Wajib Belajar (Wajar) Sembilan Tahun sudah dilaksanakan sejumlah daerah. Kini penerapan program pendidikan gratis sedang dirintis. Lalu, kesejahteraan guru kapan lagi?Sebagaimana halnya program Wajar, pendidikan gratis sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, dan melahirkan generasi penerus sebagai SDM yang berkualitas. Hal ini dikatakan Mendiknas Bambang Sudibyo usai meresmikan Program Sekolah Gratis di Sumsel, dipusatkan Gedung Olahraga Kota Palembang, belum lama ini.
“Program Pendidikan Gratis adalah kelanjutan Program Wajar Sembilan Tahun, dan mulai 2009 ini sudah ada beberapa gubernur mulai menerapkannya di daerah masing-masing,” kata Bambang Sudibyo.
Menurut Mendiknas, kini sudah ada enam provinsi termasuk Sumsel merealisasikan Program Pendidikan Gratis itu. Namun, di Sumsel penggratisan itu berlaku di semua sekolah dasar (SD) hingga SMU (SMA/SMK) negeri maupun swasta, sedangkan pada lima daerah lainnya baru sebatas sekolah negeri saja.
Program sekolah gratis itu bertujuan agar semua anak Indonesia mempunyai kesempatan mengikuti jenjang pendidikan mulai SD hingga SMA yang sama, sehingga tidak ada bedanya lagi antara anak keluarga miskin dengan anak si kaya, kata Mendiknas lagi.

Kesejahteraan Guru
Di balik keberhasilan program itu, kesejahteraan guru masih menjadi masalah klasik.  “Kami merasa bangga, sekarang saat krisis global melanda, ternyata masih ada pemimpin yang peduli terhadap kemajuan dunia pendidikan melalui program sekolah gratis, tapi kepedulian pemimpin kepala daerah terhadap kemajuan dunia pendidikan, hendaknya jangan hanya kepada para siswa saja, tetapi juga diberikan bagi peningkatan kesejahteraan para gurunya,” bentang Ny Lamina, salah seorang guru SDN di Palembang.
Seperti diketahui, beberapa bulan lalu, pemerintah pusat telah mengeluarkan pernyataan bahwa gaji guru bakal dinaikkan 100 persen, bahkan rencana itu diberitakan sudah mendapatkan persetujuan dari DPR RI. Para guru yang telah mengabdi lebih dari 20 tahun mendengar kabar baik itu sangat tersanjung dan berbesar hati menunggu realisasinya, mengingat gaji yang mereka terima sekarang ini belum mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari. Namun kenyataannya, penantian para pendidik itu masih tinggal penantian.
“Informasi terakhir menyebutkan bahwa kenaikan gaji para guru itu memang dapat direalisasikan, dan akan diterima awal April ini, tetapi bukan mengalami kenaikan mencapai 100 persen, melainkan hanya 15 persen saja,” kata Lamina lagi.

Bukan Memanjakan
Berkaitan dengan pelaksanaan Program Sekolah Gratis yang mulai diberlakukan, salah seorang kepala daerah, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, menyatakan bahwa pemberlakuan program tersebut bukan untuk memanjakan rakyat, melainkan dana yang dikeluarkan memang berasal dari rakyat.
“Jadi wajar saja kalau mereka menikmatinya, karena pelaksanaan program sekolah gratis itu didanai melalui APBD provinsi, dan kabupaten/kota, termasuk sebagian dari APBN,” kata Gubernur.
Di samping itu, kata Alex, pelaksanaan Program Sekolah Gratis itu masih diikuti anggapan akan menurunkan mutu pendidikan, padahal semua anggapan itu tidak berdasar, karena program dimaksud menyentuh langsung kepentingan rakyat banyak.
“Program Sekolah Gratis tidak akan menurunkan mutu pendidikan, malah sebaliknya lebih ditingkatkan lagi, seperti para guru diikutkan dalam program sertifikasi, bahkan disekolahkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi hingga S-2 atas biaya pemerintah,” katanya.
Peluncuran Program Sekolah Gratis di Sumsel itu mendapat sambutan positif dari warga. Namun, mereka berharap, hendaknya program itu juga diikuti dengan sosialisasi dan pengertian kepada para guru dan peserta didik di masing-masing sekolah.
Sosialisasi itu penting, karena selama ini terutama di tingkat SD dan SMP memang sudah lama digratiskan dari biaya pendidikan (SPP dan lain-lain), tapi kenyataannya masih banyak uang pungutan yang harus dibayar orangtua, dengan dalih beragam.
Uang yang diminta melalui oknum guru tertentu di sekolah SD hingga SMA itu bervariasi antara Rp2.000 hingga Rp15.000, untuk keperluan membuat prakarya dan praktik siswa, serta alasan lain.
“Berbagai pungutan itu dinilai sangat memberatkan para orangtua siswa seperti kami ini,” kata Lehan, warga Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Palembang.
Semua orangtua murid berharap, setelah pelaksanaan Program Sekolah Gratis itu, mereka tidak lagi dibebani dengan bermacam sumbangan atau pungutan dari sekolah. Namun, yang tak kalah penting adalah perbaikan gaji guru hingga ke tingkat layak.
Harapannya, sekolah gratis berjalan lancar, sehingga bukan saja warga masyarakat merasa terbantu. Tetapi, para pendidik pun akan  bersukacita menyambutnya. Apalagi bila program kesejahteraan guru benar-benar ikut direalisasikan.

Antara | GLOBAL | Jakarta

sumber: http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&view=article&id=4119:setelah-pendidikan-gratis-menunggu-realisasi-kesejahteraan-guru&catid=29:nasional&Itemid=54 (diakses: tanggal3 Juni 2009)


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Toko belanja online menyajikan model yang unik dan berkarakter, lebih mudah memilih, menemukan, dan memiliki model favorite Anda. http://www.usrotun-store.com

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan melalui email.

Join 7,827 other followers

DATAstudi Information

Recent Posts

%d bloggers like this: