DATAstudi Information

Home » Adat » Sulawesi; Bugis, Makassar, dan Mandar

Sulawesi; Bugis, Makassar, dan Mandar

Sulawesi telah dihuni selama hampir 30,000 tahun.  Jejak-jejak pemukiman pertama hingga saat ini dapat ditemukan di gua-gua tua dekat Maros di bukit kapur 30 km sebelah timur laut Makasar, termasuk peralatan era batu.

Tahun  2002,  populasi Sulawesi sebesar 15,445,153 penduduk dengan lokasi terpadat terdapat di Sulawesi Selatan sebanyak 8,025,567 jiwa.   Tahun 1938 saja penduduk Makasar masih berkisar  100,000.   Kota ini digambarkan oleh penulis Joseph Conrad sebagai kota ‘tercantik dan mungkin terbersih dari seluruh kota di pulau ini”.  Namun begitu, tahun 1950-an populasi penduduk meningkat dengan demikian pesatnya hingga menenggelamkan sisa sejarah kejayaan masa lampau.

Kira-kira 80% penduduk Sulawesi beragama Islam, 17% Kristen, dan sisanya merupakan agama-agama tradisi nenek moyang (selain Budha dan Hindu).  Pemeluk agama Islam terdapat dominan di wilayah tengah, tenggara, dan selatan.  Sebagian besar penganut Kristen menyebar di bagian Utara, tengah Poso dan Toraja di selatan.  Meskipun mengaku Islam, beberapa orang dari suku Bugis, Makasar, dan Mandar sampai saat ini masih menjalankan tradisi keagamaan nenek moyang, sebagaimana kaum Kristiani di Tana Toraja yang masih percaya animisme dari era Megalitik.


Sulawesi merupakan rumah bagi sejumlah kelompok etnis termasuk Bugis, Makasar dan mandar di pesisir selatan, Toraja di wilayah pegunungan serta Minahasa di utara.  Di selatan terdapat suku melayu, kecuali untuk wilayah pedalaman.  Sementara itu Bugis dan Makasar merupakan etnis terbanyak yang juga dikenal sebagai pedagang dan pelaut yang ulung.


Orang Bugis paling banyak tinggal di semenanjung tengah, di antara daerah Pinrang dan Watampone.  Mereka yang tinggal di bagian selatan merupakan kelompok yang telah dikenal sejak zaman dulu kala dengan kepiawaian maritimnya dan selama berabad-abad berperan dalam penyebaran orang Austronesia seantero nusantara.  Hingga kini, orang Bugis masih dikenal sebagai pedagang pelaut terbesar di seluruh dunia.

Kapal-kapal Bugis, Makasar, dan Mandar merupakan jenis pelayaran terbesar  dan dikenal sangat baik di Indonesia.  Kehandalan pelaut dan pembuat kapal membuktikan bahwa mereka masih mampu membuat kapal besar hanya dari bahan kayu.   Perahu nelayan penangkap ikan yang tertambat di pelabuhan Makasar hingga kini merupakan pemandangan unik dan menarik yang bisa dinikmati, mulai dari kapal-kapal tradisional yang kecil hingga kapal-kapal besar berjajar gagah di sana.  Diantara kemolekan itu, terdapat kapal legendaris Perahu Phinisi sebagai kapal elegan lambang Sulawesi Selatan; Patorini, dengan dua persegi layar yang digunakan untuk menangkap ikan; Lambo si pengangkut muatan, Balolang dan beragam jenis perahu layang (lepa lepa) lainnya.


Orang Makasar memiliki kaitan budaya yang sangat erat dengan Bugis.  Mereka biasa hidup di daerah yang kurang subur (kecuali daerah dekat Maros) sehingga sebagian besar dari mereka menggantungkan hidup dari hasil laut.

Orang Mandar juga memiliki hubungan kekerabatan yang sangat erat dengan orang Bugis namun mereka banyak tinggal di wilayah barat laut semenanjung yang tidak ramah.  Bertolak belakang dengan saudaranya Bugis dan Makasar yang memiliki banyak lahan subur serta lebih makmur, penduduk Mandar tidak pernah memiliki kerajaan yang berpengaruh dan terpusat.  Sebagian besar mereka hidup di desa otonom.  Bersama dengan orang-orang Toraja (yang juga kerabatnya), orang Mandar lebih senang hidup di wilayah tengah.  Saat ini orang Mandar masuk ke dalam provinsi baru, Sulawesi Barat (Oktober 2004),  sedangkan Tana Toraja masih berada di wilayah Sulawesi Selatan.

Suku Mandar hingga kini terkenal sebagai penenun sutra untuk sarung dan lipa sa’be, sedangkan orang Toraja banyak menghasilkan selimut katun wol.   Selain bermukim di dataran tinggi Polmas (Poliwali Mamasa) kelompok suku ini juga bermukim, termasuk di Toraja Barat.   Saat ini ada rute jalan kaki  yang menarik melewati bukit antara Bittung dan Mamasa.

Orang Toraja tinggal di bagian utara semenanjung dan tersebar di daratan yang keras dan luas.  Mereka terbagi atas beberapa sub kelompok, diantaranya adalah Sa’dan, Rongkong, Seko, Mamasa dan Mangki. Sebagian besar dari mereka hidup di pegunungan tengah (Tana Toraja),  sementara sisanya di dataran rendah.  Karena wilayah mereka berbukit-bukit,  persawahan di daerah ini tidak memiliki wilayah yang cukup, karenanya sejak dulu para petani hanya bertanam kopi, sagu dan beras ladang.

Orang Toraja (To ~ orang, i-raja ~ dari atas, pegunungan, barat, besar) terkenal karena perhelatan kematiannya yang unik.  Mereka percaya bahwa nenek moyangnya turun dari surga menggunakan perahu lebih kurang 20 generasi sebelumnya.   Sebagian besar penduduk suku ini masih menjalankan tradisi “Aluk Todolo” yang mengatur seluruh upacara tradisional dan meliputi upacara kematian dan kehidupan sesudahnya dengan pesta besar-besaran.


Masyarakat ini memiliki 2 jenis upacara dasar: Rambu Tuka dan Rambu Solo. Hingga kini kedua ritual penting ini masih dilaksanakan.  Rambu Tuka (Kenaikan matahari atau pendakian asap) sering diasosiasikan dengan utara dan timur, kesenangan dan kehidupan.  Ritual ini berhubungan dengan kelahiran, perkawinan, kesehatan, rumah, masyarakat dan beras.

Ritual Rambu Solo (tenggelamnya matahari atau turunnya asap) diasosiasikan dengan selatan dan barat, kegelapan, malam dan kematian.  Pada akhir upacara kematian, segera setelah jenazah dimasukkan ke dalam peti mati dan ditempatkan di gua yang terletak di tebing yang tinggi, dilakukan ritual pengorbanan kerbau.  Mulut gua ini kemudian dijaga oleh patung-patung yang dibuat mirip dengan si mayat dan ditempatkan di serambi atas.  Karena kematian merupakan fase yang penting dan dianggap sebagai pelepasan jiwa, maka upacara ini pun diikuti oleh pesta besar-besaran yang bisa berlangsung berhari-hari.   Dalam hal ini batu nisan berperan sebagai bagian dari pemakaman.  Saking ketatnya peraturan disini, hadiah dan protokol penguburan pun tergantung pada hirarki sosial almarhum  yang pelaksanaannya diawasi secara hati-hati.

Di bagian utara terdapat suku Minahasa, yang juga dikenal dengan sebutan orang Menado.  Wallace menggambarkan kelompok suku ini agak berbeda dengan kelompok lainnya di Sulawesi: “penduduk Minahasa sangat berbeda dengan penduduk lain di pulau ini, juga dengan penduduk lain di nusantara.  Mereka berkulit kuning langsat atau coklat terang, cukup dekat dan terbuka dengan orang Eropa; agak pendek, gendut namun proporsional; berwajah menyenangkan dan terbuka; tulang pipi akan berubah seiring dengan pertambahan usia; biasanya berambut panjang, lurus dan berwarna hitam legam sama seperti orang Melayu.  Sementara itu di kampung dan pedalaman yang merupakan ras asli, baik perempuan maupun laki-laki sangatlah cantik dan gagah.” (Alfred Russel Wallace, “The Malay Archipelago” p. 185).

Di wilayah volkanik, penduduk Sulawesi sangat menyenangi musik dan sangat terkenal dengan kepiawaiannya yang ditampilkan dalam ritual, perayaan maupun pertemuan-pertemuan.

Keberadaan peradaban kuno di Sulawesi Utara ditunjukkan dengan adanya batu Waruga sarcophagi, peradaban tertua yang ada sejak tahun 900.  Orang Sulawesi Utara dan Minahasa tidak pernah memiliki kerajaan yang besar, namun tahun 670  para pemimpin masing-masing wilayah yang memiliki bahasa yang berbeda-beda berkumpul di batu yang dikenal dengan nama Watu Pinabetengan.  Disana mereka mendirikan federasi negara-negara merdeka, yang berjanji untuk bergabung bersama dan bertempur melawan musuh dari luar jika mereka diserang.  Kata Minahasa sendiri berasal dari Mina’esa, yang berarti “gabungan suku-suku”.  Gabungan ini penting untuk bertahan dari gempuran musuh mereka Bolaang Mongondow yang berhasil mereka kalahkan tahun 1693.


3 Comments

  1. Google says:

    Google…

    […]that may be the finish of this report. Here you?ll come across some web sites that we believe you?ll enjoy, just click the links over[…]…

  2. Trading for just a living is perhaps the best job on earth. You are your unique boss, you work when you wish to work and you answer to nobody but yourself therefore you can work and industry from literally anywhere on the globe. That is the good thing about trading you happen to be in control of your individual destiny. However, as with anything you have to have a plan. The steps below are designed that may help you understand what you want to do or perhaps if you’re already on your trading journey provide you with some ideas on what you want work on to boost. Step1 Be Realistic. You need to established realistic expectations from day1, otherwise you will acquire frustrated, make silly mistakes and essentially fail as being a trader. Lots of other merchants, educators, brokers and advisors will all tell you how easy trading is and methods to make a fortune instantaneous. Well, I have news for yourself, that just won’t take place, so do not expect to start trading and become a great overnight success.
    Learn Money Management and also Risk Management. These are perhaps a vey important aspects for any trader to master. Get these wrong and you may more than likely not ensure it is as a trader. Develop a Trading Strategy. Develop an overall trading plan that best suits you. Every trader is several and every trader may have a different personality and different type of trading. Part of learning to trade is usually learning about yourself. You need to possess some knowledge and grounding in trading before you really start to work alone trading plan. A trading plan does not should be overly complicated, but it must contain your individual set of rules that you must follow. Review and Monitor. This is an continuing process as reviewing and analyzing your trading is the simplest way to continually improve as being a trader. This is something you simply must learn to do and it must be something you always accomplish. Summary. The steps above are not guaranteed to make you a fantastic trader, but they are a super easy outline to follow for getting you started. Lots of people want to buy trading as they hear each of the hype about how effortless it is and how much money you can make, but they are not prepared for the hard work.
    サマンサタバサ アウトレット
    Educate Yourself. Think about it, if you wanted to enter any profession sports coach, doctor, plumber, electrician, teacher, chef you cannot just start doing you day without being taught. Well guess what dealing is no different. Get a Trading private coach or Mentor. If you want to master anything you need any coach. Educating yourself is key and it is advisable to put in lots of effort because department, but you also will need a coach and mentor to assist you along the way. This is no different to learning tips on how to swim, play golf, or starting a enterprise. Whilst you can do all of these things yourself, you really need any coach and mentor to counsel you on what training you need and to assist you to on the way. Have the Correct Launch. As with any career, you need to possess the correct tools for the trade. To be a trader you simply must have a set of excellent tools, so make sure you could have the correct computer launch and relevant trading application. If you have dabbled within online share trading previously you will probably find that these platforms aren’t adequate for a fulltime or maybe serious trader, so you will must invest in some various other trading tools.
    サマンサベガ=( http://www.samanthathavasaloverjp.com/ )

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Toko belanja online menyajikan model yang unik dan berkarakter, lebih mudah memilih, menemukan, dan memiliki model favorite Anda. http://www.usrotun-store.com

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan melalui email.

Join 7,827 other followers

DATAstudi Information

Recent Posts

%d bloggers like this: