DATAstudi Information

Home » Budaya » Pertolongan pertama

Pertolongan pertama

Tanaman Obat Keluarga

Tanaman obat bisa membantu memberikan pertolongan pertama pada keluarga, bisa juga menghasilkan uang. Perhatikan cara merawat tanaman ini. Saat harga obat-obatan semakin melangit, orang pun mulai melirik ke ramuan tradisional. Ramuan dari tanaman obat keluarga pun menjadi alternatif.

Ambil contoh pengalaman Ny Lely (30). Pukul 02.00, Ahad, beberapa pekan lalu, ia kebingungan karena si Upik tiba-tiba demam tinggi. Selain terhalang hari libur, ia tinggal di perumahan baru kawasan Jawa Barat, jauh dari kota.

Beruntung, Lely masih bisa meminta bantuan tetangga yang memiliki koleksi tanaman obat. Rebusan tiga lembar daun pegagan dan sambiloto ternyata mampu mengatasi panas tinggi yang dialami Upik. Ia urung membawa anaknya ke dokter karena demamnya reda.

Berangkat dari pengalaman ini, Lely ingin sekali memiliki koleksi tanaman obat untuk mengatasi penyakit yang biasa mendadak menyerang anak-anak. Pusing, panas, batuk, pilek, dan keracunan makanan. Namun, sayang Lely halaman rumahnya sempit.

Tak harus luas

Pemilik Sam’s Hortikultura, Syamsudin, penjual bibit tanaman toga di kawasan Jakarta Pusat menjelaskan, lahan sempit bukan halangan untuk menanam tanaman obat. Bagi yang tak punya lahan sekalipun, media dalam pot kecil merupakan solusinya. Rak bersusun dapat menampung 10 hingga 15 pot. Selain itu pot bisa juga digantung.

Berbeda dari tanaman biasa, tanaman obat butuh perlakuan berbeda. Agar berkhasiat, tanaman obat sangat dianjurkan bebas dari bahan kimiawi atau sintetis. Menurut Ketua Pengelola Tanaman Obat Klinik Karyasari Cabang Pondok Gede Tati Winarto, mulai dari media tanam sampai pupuk dan pestisidanya perlu dijaga yang alami.

Di samping itu, menjauhkan tanaman obat dari pupuk, pestisida dan bahan kimia lainnya akan sangat menjaga keaslian tanaman. ”Daun, akar maupun buah yang akan dimanfaatkan sebagai bahan obat tidak akan berarti apa-apa, kalau sudah tercemar pestisida ataupun pupuk kimia. Tidak hanya mengurangi khasiat, fungsinya malah bukan obat lagi. Tidak menyembuhkan, tapi justru merusak atau memperparah penyakit yang diderita,” jelas Tati.

Ada sejumlah tanaman obat yang yang mudah ditanam dan bermanfaat sebagai pertolongan pertama. Berikut beberapa di antaranya:

  • Sambiloto berfungsi sebagai antibiotik dan mengatasi alergi. Sirih berfungsi sebagai desinfektan pensuci hama dan obat gatal-gatal.
  • Daun kompri efektif mengatasi diare. Daun muda jambu biji berkhasiat mengatasi diare, sementara buahnya sangat efektif meningkatkan kadar trombosit dalam darah secara cepat.
  • Daun rumput mutiara berfungsi mengempeskan kista rahim dan segala tumor. Kunyit putih berkhasiat mencegah kanker. Daun cakar ayam, keladi tikus, jombang dan mahkota dewa sebagai obat kanker. Selain untuk mengatasi kanker, daun dewa juga bisa untuk penderita jantung koroner dan rematik.
  • Tanaman mengkudu, buahnya bisa untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Daun kejih beling dan kumis kucing efektif menghancurkan batu ginjal.
  • Daun bluntas selain dikenal sebagai penghilang bau badan juga bermanfaat memulihkan kesuburan bagi mereka yang susah hamil.
  • Daun blimbing wuluh, seledri, dan valeria (purwo ceng) untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
  • Lengkuas bisa dijadikan obat kulit berpanu.
Menghasilkan uang

Menanam tanaman obat tak cuma bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga bagi ‘dompet’ keluarga. Menurut Ning Harmanto, produsen ramuan tradisional ‘Mahkota Dewa’ dari Jakarta, produsen jamu banyak membutuhkan pasokan bahan baku. Ini bisa dimanfaatkan para penanam tanaman obat.

Kendati masih kelas industri rumahan, Ning menghasilkan puluhan ton ramuan tiap bulannya. Ia memasok kebutuhan konsumen dalam dan luar negeri. Permintaan mulai berdatangan dari Singapura, Malaysia, Jepang, AS, dan Australia. ”Sering kekurangan bahan,” jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, Ning bekerjasama dengan sejumlah ibu rumah tangga dan petani tanaman obat di beberapa kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kendati begitu, dia masih mengalami kekurangan bahan baku.

Tentu saja tak sembarang hasil tanaman obat bisa diterima. Menurut wanita asal Yogyakarta ini, tanaman obat tersebut harus memenuhi prinsip bertanam alami, menggunakan bahan-bahan organik. ”Jika terserang hama, hanya boleh membuat ramuan pestisida dari bahan tanaman obat juga, bukan dengan semprotan pestisida yang biasa dipakai bercocok tanam lazimnya,” jelasnya.

Panen pun, menurut pimpimpinan Kelompok Wanita Tani Bunga Lili ini, ada aturannya. Semakin tua umur tanaman, akan semakin bagus karena berkhasiat lebih tinggi. Minimal enam bulan, tanaman obat bisa dipanen baik daun maupun umbinya.

sumber: internet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Toko belanja online menyajikan model yang unik dan berkarakter, lebih mudah memilih, menemukan, dan memiliki model favorite Anda. http://www.usrotun-store.com

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan melalui email.

Join 7,827 other followers

DATAstudi Information

Recent Posts

%d bloggers like this: